ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Salah satu keputusan warga Indonesia untuk bekerja di luar negeri adalah demi menghidupi keluarga.
Mereka berharap, dengan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), kehidupannya bisa menjadi lebih baik.
Dikutip dari grup
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah di Facebook, seorang
TKI bernama Juariah Mastara akhirnya kembali ditemukan setelah 19 tahun
dinyatakan menghilang.
TKI asal Blok Karang
Moncol, Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu ini
berhasil ditemukan oleh Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah di penghujung
2016 ini.
Ia ditemukan di Distrik Al-Qaim di daerah Taif, Arab Saudi, yang berjarak sekitar 200 km dari KJRI Jeddah.
“Juariah dijemput pihak
kepolisian Taif di sebuah acara undangan pernikahan dan langsung dibawa
ke kantor polisi. Kami lansung meluncur ke sana (kantor polisi),” tutur
Hertanto, Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI Jeddah.
Juariah akhirnya dibawa Tim Perlindungan dan kini ditempatkan di Rumah Persinggahan Sementara di KJRI Jeddah.
Selama menghilang, ia mengaku baik-baik saja dan diperlakukan baik oleh majikannya.
Ia merasa betah bersama majikan dan keluarga majikan, dan ia mengaku semua hak-haknya dipenuhi.
Lantas, apa yang membuatnya lupa diri dan tak mengabari keluarganya selama 19 tahun?
Ia pun menjawab kalau perlakukan majikan dan keluarganya yang begitu baik membuatnya lupa menghubungi keluarganya sendiri.
“Gaji lancar tiap bulan 600 (riyal). Saya simpan di kamar. Pekerjaan tidak berat. Saya cuma bersih-bersih rumah
dan nyuci baju. Keluarga majikan ada tujuh di rumah. Saya kerja tidak
kaya pembantu. Kalau ada makan-makan besar (pesta), kerja semua. Kalau
saya capek, saya tidur dan enggak dibangunin biar 24 jam” tuturnya
kepada Tim Perlindungan.
Juariah bahkan
menyatakan ikhlas tidak minta naik gaji kepada majikan karena dirinya
telah diperlakukan begitu baik oleh majikan, sementara di luar sana ia
banyak mendengar cerita tentang TKI yang tidak seberuntung dirinya.
Untuk mengabarkan kepada
pihak keluarga, Konjen RI Jeddah, M. hery Saripudin bersama Juariah
melakukan video call dengan orang tuanya pada Selasa, 3 Januari 2017
lalu.
Didampingi Pelaksana
Fungsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Perlindungan Warga, Dicky
Yunus, dan Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI Jeddah, Hertanto Setyo,
Konjen RI Jeddah, meyakinkan Juariah agar pulang ke kempung halaman dan
kembali ke tengah keluarga yang telah lama merindukan kepulangan
dirinya.
“Kasian bapak-ibu kamu
di rumah, saudara-saudarmu. Mereka sudah lama mencari-cari kabar tentang
keberadaan kamu, menanyakan ke sana kemari kesehatan dan keselamatan
kamu. Semua orang dibuat gelisah. Pulang saja ya,” bujuk Konjen kepada
Juariah yang dijawabnya dengan anggukan.
KJRI Jeddah, masih mengurus hak-hak Juariah selama bekerja dengan majikannya.
Setelah semua haknya
dipenuhi, langkah selanjutnya adalah pengurusan dokumen perjalanan
Juariah yang membutuhkan waktu, mengingat statusnya kini adalah
overstayer karena ia tidak pernah melakukan pembaharuan masa berlaku
dokumen paspor dan izin tinggal (iqamah).
Menurut catatan, masa
berlaku paspor Juariah berakhir pada tanggal 19 Desember 1999, dan sejak
kedatangannya di Arab Saudi 1997, ia tidak pernah melakukan penggantian
paspor, demikian pula iqamahnya selama bekerja dengan keluarga majikan.
Selain itu, ditemukan pula pemalsuan data dirinya.
Di paspornya, Juariah kelahiran tanggal 25 Mei 1967, sementara di KTP tertera ia kelahiran tanggal 25 bulan Mei 1977.
Juariah dinyatakan
hilang kontak sekitar 19 tahun silam sejak dirinya berangkat ke Arab
Saudi pada tahun 1997 untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan
hanya sekali berkirim surat kepada pihak keluarga.
Setelah itu, ia tak pernah lagi mengabari keluarga di kampung halaman.
Sumber: Tribunnews
Sumber: Tribunnews

Maaf... Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Biarlah Orang pada ngomong itu musrik hanya tuhan yg tau. mungkin ini salah satu jalan rejeki sy. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin
BalasHapus