ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
JAKARTA - Hal yang tidak bisa dipisahkan dari pernikahan yaitu kesetiaan. Ini
jadi harga mati untuk melanggengkan keselarasan negara cinta yang di
bangun berbarengan. Kadang-kadang beberapa orang tak bijak menanggapi
deraan ujian dalam berumah tangga. Bukanlah hidup namanya bila tidak
pernah diuji dengan beragam macam cobaan. Geger! Pura-pura Mandul Pada
Istrinya, Pada akhirnya Kebohongan Suami Ini Terbongkar! Argumennya
Begitu Mengagetkan!
shalihah-nya sang istri itu yang
selalu setia mengikuti suaminya selama Sembilan th., walau sebenarnya
dia paham bila dari suaminya, ia akan tidak peroleh keturunan”.
Sumber: Dakwatuna
Termasuk ujian dalam
pernikahan. Berbilang th. merasakan pasangan hidup tidak sesuai sama
harapan kadang-kadang menyebabkan irisan luka menganga yang tidak dapat
ditahan. Begitu banyak terjadi percer4ian lantaran prahara rumah tangga
yang tidak tertahankan lagi.
Kesetiaanlah yang bikin
keutuhan rumah tangga yang sudah terbangun bertahan lama. Walaupun
manusiawi kita menggerutu atau memprotes dengan keadaan rumah tangga
yang tidak sesuai sama apa yang ada di bayangan.
Ketahuilah hidup tidak
selama-lamanya sesuai sama apa yang didambakan. Tetapi takdir hidup
senantiasa sediakan apa yang sesungguhnya kita perlukan.
Setia yaitu perajut
benang-benang ketidaksamaan. Kesetiaan yaitu sinar yang menerangi
gulitanya permasalahan kehidupan. Setia bikin pernikahan jadi abadi nan
kekal. Bila tidak ada setia jadi takkan ada pernikahan yang bertahan
lama. Setia menuntut ada pengorbanan harta, cost, saat bahkan juga
perasaan.
Cerita tersebut menyadarkan kita dalam Islam senantiasa ada cerita ide yang mungkin saja belum terselami mutiara inspirasinya.
Pernikahan itu sudah
jalan empat (4) th., tetapi pasangan suami istri itu belum dikaruniai
seseorang anak. Serta awalilah kanan kiri berbisik-bisik :
“Kok belum miliki anak
juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya? ”. Dari
berbisik-bisik, pada akhirnya jadi berisik.
Tanpa ada sepengetahuan siapa juga, suami istri itu pergi ke salah seseorang dokter untuk konsultasi, serta lakukan kontrol.
Hasil lab menyampaikan
kalau sang istri yaitu seseorang wanita yang mandul, sesaat sang suami
tak ada permasalahan apapun serta tak ada harapan untuk sang istri untuk
pulih dalam makna tak ada kesempatan baginya untuk h4mil serta memiliki
anak.
Lihat hasil seperti itu,
sang suami mengatakan : inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lantas
menyambungnya dengan perkataan : Alhamdulillah.
Sang suami seseorang
diri masuk ruangan dokter dengan membawa hasil lab serta sekalipun tak
memberi tahu istrinya serta membiarkan sang istri menanti di ruangan
tunggulah wanita yang terpisah dari golongan lelaki.
Sang suami berkata pada
sang dokter : “Saya bakal panggil istri saya untuk masuk ruang, walau
demikian, tolong, kelak anda terangkan pada istri saya kalau masalahnya
ada di saya, sesaat dia tak ada permasalahan apa-apa.
Kontan saja sang dokter
menampik serta terheran-heran. Walau demikian sang suami selalu memaksa
sang dokter, pada akhirnya sang dokter sepakat untuk menyampaikan pada
sang istri kalau permasalahan tak datangnya keturunan ada pada sang
suami serta bukanlah ada pada sang istri.
Sang suami memanggil sang istri yang sudah lama menunggunya, serta terlihat pada berwajah rasa sedih serta kemuraman.
Lantas berbarengan sang
istri ia masuk ruangan dokter. Jadi sang dokter buka amplop hasil lab,
lantas membaca serta mentelaahnya, serta lalu ia berkata :
“… Oooh, anda –wahai fulan- yang mandul, sesaat istrimu tak ada permasalahan, serta tak ada harapan bagimu untuk pulih. "
Mendengar pengumuman
sang dokter, sang suami berkata : inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,
serta tampak pada raut berwajah muka seorang yang menyerah pada qadha
dan qadar Allah SWT.
Lalu pasangan suami
istri itu pulang ke rumahnya, serta dengan cara perlahan-lahan tetapi
tentu, tersebarlah berita mengenai rahasia itu ke beberapa tetangga,
kerabat serta sanak saudara.
Lima (5) th. berlalu
dari momen itu serta sepasang suami istri bersabar, hingga pada akhirnya
datanglah detik-detik yang begitu menegangkan, dimana sang istri
berkata pada suaminya :
“Wahai suamiku, saya
sudah bersabar selama Sembilan (9) th., saya tahan-tahan untuk bersabar
serta tak memohon cer4i darimu, sertasampai kini kebanyakan orang
berkata :
”Betapa baik serta
" Tetapi, saat ini
rasa-rasanya saya telah tak dapat bersabar lagi, saya menginginkan
supaya engkau segera mencer4ikan saya, supaya saya dapat menikah dengan
lelaki lain serta memiliki keturunan darinya, hingga saya dapat lihat
anak-anakku, menimangnya serta mengasuhnya. "
Mendengar emosi sang
istri yang mencapai puncak, sang suami berkata : “Istriku, ini cobaan
dari Allah SWT, kita harus bersabar, kita harus …, harus … serta harus
…”. Secara singkat, untuk sang istri, suaminya jadi berceramah
dihadapannya.
Pada akhirnya sang istri berkata : “OK, saya bakal tahan kesabaranku setahun lagi, ingat, cuma setahun, tak lebih”.
Sang suami sepakat,
serta dalam dianya, dipenuhi harapan besar, mudah-mudahan Allah SWT
berikan jalan keluar yang paling baik untuk keduanya.
Sekian hari lalu, mendadak sang istri jatuh sakit, serta hasil lab menyampaikan kalau sang istri alami gagal ginjal.
Mendengar info itu, jatuhlah psikologis sang istri, serta awalilah mencapai puncak emosinya. Ia berkata pada suaminya :
“Semua ini dikarenakan
anda, sampai kini saya menahan kesabaranku, serta jadilah saat ini saya
seperti ini, mengapa sampai kini anda tak segera mencer4ikan saya, saya
kan menginginkan miliki anak, saya menginginkan memomong serta menimang
bayi, saya kan … saya kan …, ” omel sang istri tidak ada henti.
Sang istri juga bad rest
dirumah sakit. Di waktu yang genting itu, mendadak suaminya berkata :
“Maaf, saya ada pekerjaan keluar negeri, serta saya mengharapkan
mudah-mudahan engkau baik-baik saja”.
“Haah, pergi? ”. Kata
sang istri. “Ya, saya bakal pergi lantaran pekerjaan serta sekalian
mencari donatur ginjal, mudah-mudahan bisa, " kata sang suami.
Satu hari sebelumnya
operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Jadi
disepakatilah kalau besok bakal dikerjakan operasi pemasangan ginjal
dari sang donatur.
Waktu itu sang istri
teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya : “Suami jenis
apa dia itu, istrinya operasi, eh dia jadi pergi meninggalkan diriku
terkapar dalam ruangan bedah operasi”.
Operasi berhasil dengan
begitu baik. Sesudah satu minggu, suaminya datang, serta tampaklah pada
berwajah tanda-tanda orang yang kelelahan.
Ketahuilah kalau sang
donatur itu tidak ada lain yaitu sang suami tersebut. Ya, suaminya sudah
menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa ada sepengetahuan
sang istri, tetangga serta siapa juga terkecuali dokter yang dipesannya
supaya tutup rapat rahasia itu.
Serta subhanallah
…Setelah Sembilan (9) bln. dari operasi itu, sang istri melahirkan anak.
Jadi bergembiralah suami istri itu, keluarga besar serta beberapa
tetangga.
Situasi rumah tangga
kembali normal, serta sang suami sudah merampungkan studi S2 serta
S3-nya di satu fakultas syariah serta sudah bekerja sebagai seseorang
panitera di satu pengadilan di Jeddah. Ia juga sudah merampungkan
hafalan Al-Quran serta memperoleh sanad dengan kisah Hafs, dari ‘Ashim.
Disuatu hari, sang suami
ada pekerjaan dinas jauh, serta ia lupa menaruh buku hariannya dari
atas meja, buku harian yang sampai kini ia menyembunyikan. Serta tanpa
ada berniat, sang istri memperoleh buku harian itu, membuka-bukanya
serta membacanya.
Hampir saja ia terjatuh
pingsan waktu temukan rahasia mengenai diri serta rumah tangganya. Ia
menangis meraung-raung tidak tahan terima fakta yang dibacanya.
Sesudah agak reda, ia
menelepon suaminya, serta menangis sejadi-jadinya, ia berulang-kali
mengulang permintaan maaf dari suaminya. Sang suami cuma bisa membalas
nada telephone istrinya dengan menangis juga.
Serta sesudah momen itu,
selama tiga bln., sang istri tidak berani memandang muka suaminya. Bila
ada kepentingan, ia bicara dengan menundukkan mukanya, tak ada
kemampuan untuk memandangnya sekalipun.
Setia akan tidak di
nikmati akhirnya oleh mereka yang main-main dalam bangun cintanya. Saat
sudah mengambil keputusan untuk menikah bermakna harus juga tahu setia
adalah rukun yang tidak dapat di hilangkan.
Ketahuilah pernikahan yaitu seni mengelola kesetiaan dalam terima pasangan apa-adanya bukanlah karena ada apanya
Percayalah pasangan
hidup yang Allah berikanlah yaitu anugerah terbaikNya yang bakal membawa
pada kehidupan surga sebelumnya surga sesungguhnya. Senantiasa setialah
supaya kau dapatkan kebahagiaan dalam perjalanannya.
semoga bermanfaat ...
Sumber: Dakwatuna

0 Response to "HEBOH!!!...Pura-pura Mandul Pada Istrinya, Akhirnya Kebohongan Suami Ini Terbongkar! Alasannya Sangat Mengejutkan! Astagfirullah... !"
Posting Komentar