ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Saat
malam pertama? saya menangis, ? kata seseorang teman membuka kisahnya
pada kami. Situasi santai mendadak berubah mendengar kalimat itu.
Beberapa dari kami jadi tak sabar menanti kalimat selanjutnya. Kenapa
seorang pengantin pria menangis pada malam yang semestinya
membahagiakan?
Mengapa kamu menangis di saat bahagia seperti itu?? pertanyaan salah seseorang rekan mewakili ketidaksabaran kami.
Aku menangis karena terbebani fikiran, bagaimana caranya mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi, ? Jawabku seraya mencertakan lebih lanjut mengenai resepsi pernikahannya yang menelan biaya sangat besar sementara kekuatan finansialnya terbatas. Keluarga terpaksa sekali berhutang.
Ada
hikmah bernilai dari apa yang dihadapi rekan saya ini. Karena tuntutan
sosial, gengsi, atau keinginan supaya hari pernikahan menjadi peristiwa
istimewa, kita terjebak pada sikap berlebihan saat menyelenggarakan
walimah atau resepsi pernikahan. Dari mulai undangan yang lux, gedung
yang megah serta mahal, bahkan ditambah dengan hiburan. Walau sebenarnya
pernikahan tetaplah istimewa walau walimahnya sederhana. Yang membuat
istimewa yaitu akad nikahnya, janji sucinya, ikatan kuatnya, perubahan
hubungan dua insan yang awal mulanya bukanlah mahram saat ini menjadi
sepasang suami istri.
Ada
juga yang karena ingin mengadakan resepsi yang mahal seperti itu, pada
akhirnya ia menunda pernikahan selama bertahun-tahun. ?Belum mempunyai
uang untuk walimah, ? alasannya. Walau sebenarnya bila ingin mencontoh
kemudahan yang dituntunkan Rasulullah pada banyak sahabatnya di Madinah,
ia sudah sanggup. Tidakkah pernah Rasulullah ?menegur? Abdurrahman bin
Auf yang menikah tanpa ada walimah? ?Adakanlah walimah meskipun hanya
dengan menyembelih seekor kambing, ? demikian kurang lebih pesan
Rasulullah pada sahabatnya yang pebisnis itu. Memang waktu itu
Abdurrahman bin Auf baru menekuni bisnis setelah pindah, tetapi ia
merupakan saudagar kaya semasa di Makkah. Serta tidak lama setelahnya ia
juga kembali menjadi kaya raya.
Rasulullah
sendiri saat menikah di Madinah juga sederhana dalam walimah. Seperti
diriwayatkan Imam Bukhari. ?Tidaklah saya saksikan bagaimana Rasulullah
mengadakan walimah untuk istri beliau seperti yang saya saksikan saat
beliau menikah dengan Zainab, ? kata Anas bin Malik bercerita walimah
nan suci itu, ?Beliau menyembelih seekor kambing. ?
Jadi,
menikah itu tidak harus mahal. Tidak harus menyusahkan diri dengan
berhutang banyak. Apalagi masalah mahar, di negeri ini dapat sangatlah
dipermudah. Seperti Rasulullah sudah mempermudah para sahabatnya yang
menikah. Yg tidak mempunyai banyak harta, Rasulullah cukup
merekomendasikan mahar cincin, bahkan ada yang cincin besi. Yg tidak
mempunyai lagi, cukup mengajari istrinya hafalan Al Qur?an. Bukankah
sangat gampang?
Dalam
Islam, walimah itu yang terpenting adalah i?lan-nya : pengumuman hingga
orang-orang tahu kalau seorang muslim serta seorang muslimah sudah
menikah, membuat satu buah keluarga baru.
Jadi
untuk Antum yang belum menikah, sesuaikanlah walimah dengan kekuatan
finansial. Janganlah berlebih-lebihan. Serta mudah-mudahan tak ada lagi
pengantin yang menangis pada malam pertama karena terbebani biaya
walimah serta tidak ada pemuda yang menahan-nahan pernikahan dengan
argumen tak kuat memikul biaya walimah.
Semoga
kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini.. terutama bagi kita yang
belum menikah agar menjadi sebuah pelajaran berharga..

0 Response to "Bikin MERINDING Bacanya .... Seorang Mempelai Pria Saat Malam Pertama Menangis Karena ... "
Posting Komentar